Tren Arsitektur Minimalis - dearsitek

dearsitek - Jasa Arsitektur - Arsitektur Minimalis

Tren Arsitektur Minimalis


Informasi Arsitektur | Arsip Info Arsitektur

dearsitek - Arsitektur Minimalis


Desain minimalis menjadi trending topic desain yang sangat fenomenal pada abad ini. Istilah minimalis pertama kali digunakan untuk menggambarkan tren dalam sebuah desain dan arsitektur. Dimana suatu subjek dikurangi menjadi elemen yang diperlukan saja. Inti dari desain arsitektur minimalis sendiri terfokus pada hubungan antar dua bidang yang sempurna. Yaitu pencahayaan yang elegan dengan sebuah ruang untuk mewujudkan kesederhanaan dalam sebuah karya yang indah. Bentuk tiga dimensi dalam sebuah desain arsitektur minimalis sangat dipengaruhi oleh desain dan arsitektur tradisional Jepang. Karya seniman De Stijl merupakan referensi utama dalam memperluas gagasan berekspresi dengan mengatur elemen dasar secara cermat seperti garis dan bujursangkar.

Berkaitan dengan desain sebuah rumah, desain minimalis yang menarik sebenarnya tidaklah terlalu minimalis sekali. Hal itu terlihat pada bangunannya, seperti ukuran bangunan yang lebih besar, penggunaan bahan bangunan pilihan dan lebih mahal. Arsitek Ludwig Mies van der Rohe (1886-1969) mengadopsi moto “Less is more” untuk menggambarkan estetikanya. Salah satunya dengan melakukan pengaturan komponen bangunan yang diperlukan untuk menciptakan kesan kesederhanaan yang ekstrem pada setiap elemen dan detailnya untuk mencapai tujuan visual dan fungsional.

Perancang Buckminster Fuller (1895-1983) mengadopsi tujuan insinyur untuk melakukan kolaborasi dengan desainer. Arsitektur minimalis menjadi sangat populer pada akhir 1980-an di London dan New York, dimana para arsitek dan perancang busana bekerja sama untuk mencapai kesederhanaan. Dengan menggunakan unsur-unsur putih, pencahayaan yang dingin, serta ruang yang besar dengan perabot dan objek yang minim. Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa arsitektur minimalis memiliki karakteristik sebagai berikut.

Berikut karakteristik bangunan arsitektur minimalis

  1. Kesederhanaan, bentuk desain tidak terlalu rumit dengan menekankan penggunaan bentuk geometris dasar, elemen tanpa hiasan.
  2. Fungsional, mengurangi suatu subjek menjadi elemen yang diperlukan saja dengan penggunaan perabot dan partisi yang minim, penggunaan jendela yang besar menciptakan pencahayaan dan sirkulasi udara secara alami.
  3. Bersih, penggunaan sedikit warna serta elemen yang transparan menciptakan suatu bangunan yang bersih, rapi dan indah.
WhatsApp chat