Tren gaya desain arsitektur bangunan kontemporer

dearsitek - Jasa Arsitektur - Arsitektur kontemporer

Gaya Bangunan Arsitektur Kontemporer


Informasi Arsitektur | Arsip Info Arsitektur

dearsitek - Arsitektur Kontemporer


Pesatnya perkembangan dunia arsitektur saat ini dapat kita lihat dengan banyaknya bangunan-bangunan yang spektakuler khususnya dinegara-negara maju. Para arsitek dunia berlomba-lomba merancang bangunan dengan desain yang unik bahkan terkadang sangat extrem. Sehingga membuat decak kagum bagi siapa saja yang melihatnya. Kemajuan teknologi serta bahan material terbaru tersebut lebih mempermudah proses pembentukan struktur bangunan tiga dimensi dengan lebih presisi serta dalam waktu yang lebih cepat. Bangunan-bangunan seperti itu yang lebih dikenal dengan arsitektur kontemporer.

Arsitektur kontemporer sendiri merupakan gabungan dari beberapa gaya arsitektur yang berbeda-beda mulai dari gaya modern dengan gaya arsitektur berteknologi tinggi yang memiliki konseptual dan ekspresif dalam skala yang besar. Bangunan yang menggabungkan desain inovatif dan kreatif tersebut bertujuan untuk dapat diperlihatkan, diperhatikan serta dihargai keindahanya.

Banyak bangunan kontemporer yang dirancang dan dibangun dengan beberapa fitur seperti struktur beton yang terbungkus kaca atau layar alumunium dengan fasad asimetris serta bagian kantilever yang menggantung. Dengan desain yang lebih maju, variatif, fleksibel dan inovatif baik secara bentuk maupun tampilan. Didukung berbagai macam jenis material bahan bangunan dan pengolahan materialnya menggunakan teknologi yang lebih maju.

Beberapa material-material yang digunakan pada arsitektur kontemporer

1. Kayu

Material kayu merupakan material yang sangat fleksibel sehingga mudah dibentuk dan dikombinasikan dengan bahan apapun. Saat ini penggunaan material kayu sudah mulai tergantikan dikarenakan beberapa hal seperti ketersediaan bahan yang sudah mulai langka hal ini menyebabkan nilai bahan kayu menjadi lebih mahal dibanding dengan bahan yang lain. Kayu merupakan bahan alami dari alam yang tidak bisa diproduksi langsung oleh manusia. Membutuhkan beberapa proses yang harus dilalui serta waktu yang untuk mendapatkan bahan tersebut.

2. Alumunium

Bahan ini sangat ekonomis karena mudah didapatkan. Di Indonesia sendiri banyak tambang bahan utama dari alumunium. Alumunium banyak digunakan sebagai bahan material pembangunan baik skala rumahan atau gedung bertingkat, selain dua faktor tadi alumunium juga mudah dibentuk apa saja. Sehingga menjadi salah satu bahan material yang fleksibel baik harga dan kegunaan.

3. Krom

Krom merupakan logam anti korosi atau tahan karat yang bisa dipoles menjadi lebih mengkilat. Bahan ini banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan, komponen kerdaraan maupun sebagai pelapis perhiasan. Contoh bahan bangunan yang berasal dari krom adalah baja tahan karat, batu bata, dll. Bahan ini tidak banyak digunakan sebagai bahan material pembangunan dikarenakan agak mahal dan terbatas. Akan tetapi menhasilkan suatu karya yang indah dan pastinya tahan korosi.

4. Besi

Besi menjadi salah satu bahan bangunan yang sering digunakan, baik pembangunan skala kecil maupun besar. Hal ini karena besi merupakan bahan material yang mudah didapat dan terjangkau bagi semua kalangan. Nilai suatu besi dapat dilihat dari ukuran serta bentuknya.

5. Kaca

Bahan kaca sering digunakan sebagai bahan material bangunan, karena bahan tersebut dapat menciptakan tampilan suatu bangunan menjadi lebih indah, mewah dan elegan. Banyak gedung-gedung bertingkat yang menggunakan bahan tersebut, disamping keindahannya bahan kaca sangat mudah didapat dan dibentuk. Hal ini menjadikan kaca sebagai bahan yang cukup familiar bagi semua orang. Tidak hanya sebagai bahan material bangunan, kaca juga digunakan sebagai alat-alat rumah tangga, alat optik, alat laboratorium, dll.

WhatsApp chat